05 April 2011

PENGORGANISASIAN ORPALA PAWANA ( Anggaran Dasar ORPALA PAWANA : BAB V Pasal 18, 20 & 21 )


PASAL 18
JENJANG ORGANISASI

Organisasi ORPALA PAWANA berjenjang sebagai berikut:
  1. Calon Anggota muda atau Siswa sampai Anggota muda ORPALA PAWANA dihimpun dalam Organisasi Siswa Pecinta Alam Pawana (SISPALA PAWANA) atau Satuan SIWANA dan Anggota Penuh beserta anggota Dewasa ORPALA PAWANA dihimpun di divisi-divisi.
  2. Satuan SIWANA dibentuk dan berkedudukan di masing-masing pangkalannya, yaitu di sekolah-sekolah lanjutan tingkat atas maupun karang taruna di setiap kecamatan/distrik.
  3. Satuan SIWANA dikoordinasikan oleh Divisi Wilayah yang meliputi suatu wilayah Kabupaten atau Kota.
  4. Divisi Wilayah dikoordinasikan oleh Koordinator Wilayah dan dihimpun oleh Divisi Regional yang meliputi wilayah Propinsi.
  5. Divisi-divisi Regional dihimpun dan dikoordinasikan oleh Divisi Induk ORPALA PAWANA, meliputi wilayah Republik Indonesia khususnya pulau Kalimantan




PASAL 20
KEPENGURUSAN

  1. Tingkat Satuan SIWANA dipimpin oleh Pamong Satuan.
  2. Tingkat Divisi Wilayah dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Divisi Wilayah.
  3. Tingkat Divisi Regional dipimpin oleh pengurus Divisi Regional.
  4. Tingkat Nasional, ORPALA PAWANA dipimpin secara kolektif oleh Pengurus Divisi Induk ORPALA PAWANA.
  5. Pergantian Pengurus ORPALA PAWANA dilaksanakan pada waktu musyawarah.
  6. Kepengurusan baru dalam jajaran Divisi Wilayah sampai dengan Nasional terdiri dari unsur Pengurus lama dan Pengurus baru.


PASAL 21
DIVISI KERJA DAN KOORDINATOR WILAYAH

  1. Divisi Kerja merupakan bagian integral dari ORPALA PAWANA yang berfungsi sebagai wahana kaderisasi kepemimpinan, dan bertugas mengelola kegiatan ORPALA PAWANA.
  2. Divisi Kerja merupakan resonansi atau kata lain untuk menyebutkan Dewan Pengurus di masing-masing jajaran kedivisian mulai dari Divisi Wilayah, dalam artian bahwa kata-kata Divisi Wilayah, Divisi Regional dan Divisi Induk adalah sebutan untuk Satuan ORPALA PAWANA yang berada di wilayah, regional dan nasional (secara berurutan), sedangkan Divisi Kerja adalah sebutan untuk Dewan Pengurus dari tingkat satuan-satuan ORPALA PAWANA tersebut.
  3. Koordinator Wilayah merupakan penanggung jawab sekaligus sebagai pembina wilayah.
  4. Tiap-tiap Divisi Wilayah bina oleh 1 (satu) orang Koordinator atau pembina wilayah.
  5. Koordinator Wilayah adalah perpanjangan tangan dan merupakan bagian dari Divisi Regional yang bertugas menjamin kesinambungan kegiatan di tingkat wilayah.
  6.  Koordinator Wilayah ditunjuk dan dilatik oleh Divisi Induk disetujui oleh Dewan Pendiri melalui promosi Kepala Divisi Regional.
[ Read More.. ]

25 January 2011

PEMBUKAAN ANGGARAN DASAR ORGANISASI PECINTA ALAM PAWANA

ANGGARAN DASAR ORPALA PAWANA
 
PEMBUKAAN
       
      Bahwa Jagat Raya Alam Semesta yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa ini merupakan wahana, sarana dan prasarana bagi kehidupan manusia sebagai insan ketuhanan dan ada dengan hakikat yang bertujuan satu, yaitu untuk beriman dan bertaqwa kepadaNya. Ini merupakan ideologi utama dari konsep penciptaan daripada Alam itu sendiri, yang pada akhirnya dengan ilmu pengetahuan sebagai anugerahNya pula, terciptalah konsep tentang Alam yang disebut konsep Alam. Konsep Alam ini mencakup perihal yang maha kompleks dan banyak bersifat tersembunyi atau tersirat, sehingga ilmu pengetahuan adalah jalan satu-satunya untuk memahami konsep Alam
tersebut sebagai jalan untuk mencapai tujuan yang satu, yaitu beriman dan bertaqwa kepadaNya.

        Bahwa dalam proses pemahaman konsep Alam memerlukan ketelatenan dalam belajar dan berusaha terhadap ilmu pengetahuan, insan diharuskan melalui proses pendidikan kejiwaan yang kompleks pula, sehingga segala aspek kehidupan harus dipahami semaksimal mungkin dalam jangka waktu seumur hidupnya. Akan tetapi kesinambungan daripada keberadaan dan kelestarian wujud wahana Jagat Raya Alam Semesta sebagai pembentuk konsep Alam ini tidak selamanya ada, bahkan akan hilang dalam waktu yang singkat apabila tanpa adanya usaha untuk menjaga kesinambungan tersebut. Oleh sebab itu wujud wahana Jagat Raya Alam Semesta yang salah satunya berupa Langit dan Bumi beserta isinya ini, mestinya dijaga seketat mungkin agar tetap terjaga kesinambungan hidupnya hingga akhir hayat kehidupan didunia ini, mulai dari lingkup yang terkecil sekalipun seperti merawat lingkungan halaman tempat tinggal kita sendiri.

        Bahwa berhubungan dengan aspek kehidupan yang lebih khusus daripada pemahaman konsep Alam yang semesta dan tentang konsep Ketuhanan, yaitu kehidupan antar sesama manusia, baik dalam keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara, maupun dalam hubungan internasional, merupakan bekal awal untuk menuju kepada konsep yang semesta, yaitu dimulai dengan kecintaan terhadap diri, keluarga, masyarakat dan negara, serta kecintaan terhadap sesama hidup lainnya. Hal inilah yang menjadi modal untuk berangakat menjadi seorang insan yang sejati, yang pada akhirnya diterapkan melalui hubungan proses kehidupan berinteraksi melalui organisasi-organisasi sosial hingga kepada kehidupan berbangsa dan bernegara.

[ Read More.. ]

Cerita Api Unggun 1 (Sejarah ORPALA PAWANA)

        Organisasi Pecinta Alam PAWANA atau ORPALA PAWANA merupakan
sebuah komunitas yang didirikan dengan memiliki badan hukum sebagai sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan diarahkan berbetuk sebagai sebuah Organisasi Kader. ORPALA PAWANA mulai dirintis sekitar bulan April tahun 2008 oleh empat orang bernama; Rahmad Hidayatullah; Muhammad Yusuf; Muhyeddin; dan Predy Aditya Rahman. Empat orang ini merupakan Aktifis di berbagai organisasi baik organisasi dalam naungan Instansi Sekolah Menengah, Pramuka maupun LSM.
       
Diawali dengan kegiatan-kegiatan lintas alam yang dilaksanakan oleh Satuan tempat empat orang ini Aktif, muncul lah suatu gagasan untuk membentuk sebuah Organisasi khusus yang bertemakan tentang alam bebas, hingga direlisasilah gagasan tersebut melalui dibentuknya suatu komunitas penggiat alam bebas dalam lingkup sebuah sekolah menengah tempat beberapa remaja dari empat orang penggagas tersebut mengenyam pendidikan.
       
Kegiatan-kegiatan alam bebaspun berjalan hampir rutin didalam kelompok yang dinaungi sebuah sekolah ini, sampai masa kelulusan bagi empat remaja ini tiba. Naungan sekolah dirasa tidak mungkin lagi untuk mendukung mereka untuk berkegiatan, sehingga dirancanglah sebuah konsep organisasi baru yang terlepas dari intervensi dari instansi manapun dalam artian organisasi ini bersifat mandiri.
                                           

Gambar : Lambang Pertama



     Tanggal 19 - 20 Juli 2009, beberapa orang dari empat penggagas melakukan pendakian pertama kepada puncak Gunung Phamatun yang terletak disekitar Desa Kiram, Mandiangin Kabupaten Banjar. Disanalah terjadi pembicaraan lanjut tentang konsep pendirian organisasi sebagaimana tersebut diatas   sampai disepakati perubahan paguyuban mereka menjadi sebuah     Organisasi Umum atau organisasi diluar naungan Instansi manapun (saat itu belum berencana akan membentuk LSM).

[ Read More.. ]

01 December 2010

Air Terjun Batu Hirang Aranio

Mandiangin dan Kecamatan Aranio sampai saat ini merupakan wilayah yang masih menjadi pemegang Peringkat Pertama dan Kedua untuk dikunjungi bagi sebagian wisatawan lokal dan mayoritas OPA yang ada di wilayah Banjarbaru-Martapura dan sekitarnya. Tidak ayal memang, Kabupaten Banjar pada wilayah ini masih menyimpan Cagar Alam serta tempat wisata Alam yang terbilang masih dapat dipertahankan keasriannya, walaupun dewasa ini kawasan Mandiangin pada khususnya, mulai dieksploitasi Sumber Daya Alamnya.
Dalam berbagai ekspedisi ORPALA PAWANA dan SIWANA (Sispala Pawana (organisasi anak ORPALA PAWANA)) didaerah Mandiangin dan Aranio, ada satu tempat dimana terdapat sebuah Riam atau Air Terjun yang terbagus yang pernah Rekan-rekan PAWANA temui di daerah tersebut. Hingga lokasi tersebut kini menjadi Basecamp bagi ORPALA PAWANA dan SIWANA.



[ Read More.. ]

ORPALA PAWANA (Arti kata PAWANA)


Arti kata PAWANA

Secara gramatikal / Akronim
  • PAWANA = PA + Wana
  • PA = penjelajah Alam / Pecinta Alam
  • Wana = Hutan
Secara harfiah

  • Pawana adalah kata dalam bahasa melayu artinya Angin
  • Suatu penjelajah gunung hutan atau ekspedisi atau pendakian dan lain-lain, erat kaitannya dengan arah, dan satuan arah tersebut adalah mata angin yang diimplementasikan melalui kompas
  • Secara garis besar, seorang petualang akan menentukan arah dengan satuan mata angin (Utara, Selatan, Timur, Barat, Barat daya, Tenggara, Timur laut, dan lain-lain)
  • Jadi dapat disimpulkan dan dikatakan dalam bahsa sastra, bahwa para petualang alam merupakan penjelajah ANGIN
[ Read More.. ]